Pages

First Trisemester

FD
Awal mengetahui klo saya hamil, saya jalani dengan amat sangat baik, bisa makan seperti biasa.
Rasanya gak sabar menantikan 2 minggu lagi untuk balik ke dokter, melihat si janin lewat monitor..
Pas kontrol 2 minggu kemudian, si baby udah ada denyut jantungnya, it means sudah 6minggu.. Berarti kemarin dokter salah perkiraan.. pas ke dokter pertama ternyata sudah 4minggu

Nah mulai minggu ini perjuangan saya dimulai. Welcome morning sickness.. Saya pikir saya akan hamil 'kebo', karena hampir semua keluarga besar saya hamilnya enak apalagi mama ku. Hamil 4 anak gak da yang rewel...
Ternyata saya memang berbeda dengan mama saya.. Mual, gak cuma dipagi hari.. tapi sepanjang hari bisa mual dan muntah, ga bisa masuk makanan dan cuma bisa tidur karena pusing berat. Sampai saya tidak bisa beraktivitas normal, sempat harus ijin tidak bisa kerja selama seminggu penuh, pekerjaan rumah terbengkalai, gak bisa pergi kemana-mana (termasuk gak ibadah), cuma tiduran. Sisanya pengen tidur terus seharian.. Kemana-mana gak bisa jauh dari minyak kayu putih dan gak bisa telat makan.

I'm pregnant!

FD

Awal taun 2016 gue udah mulai merasakan beberapa kali eneg, tapi gak sering, dan bukan pagi2 jadi saya pikir palingan karena telat makan atau apa .... dan belum telat datang bulan juga...

Tapi dua minggu berlalu, kok eneg-nya mulai sering ya, bagian tubuh saya juga seperti ciri-ciri mau datang bulanan, tapi tidak seperti biasanya.. Indra penciuman yang sensitif membuat kecurigaan kalau saya hamil semakin bertambah...jadinya saya langsung memutuskan untuk sesegera mungkin melakukan testpack.

Pekerjaan Rumah Tangga

by F.D

Nyapu
Ngepel
Cuci Baju
Gosok
Masak
Cuci Piring
Bersih-bersih
dll...

Inilah sederat tanggung jawab pekerjaan yang harus saya lakukan sejak menikah.
Dan memang gak boong deh, pekerjaan ini kelihatannya 'remeh', tapi gak akan selesai mau dikerjain setiap hari. Ini aja belum ditambah mengurus anak, gak heran banyak dari kita, khususnya di Indonesia membutuhkan tenaga bantuan untuk meringankan pekerjaan kita, yaitu asisten rumah tangga.

Tapi entah kenapa, sekarang ini disekitar saya banyak yang 'malu' untuk melakukan hal itu semua, menganggap pekerjaan seperti itu adalah pekerjaan 'rendahan' atau pekerjaan yang harusnya hanya dikerjakan para asisten rumah tangga saja, bukan kelas mereka untuk mengerjakannya. Malah ada yang anti untuk melakukan itu semua.

Tapi sebenarnya itu pekerjaan siapa ya? Apakah benar itu hanya pekerjaan para asisten / pembantu rumah tangga?

Pertanyaan berikutnya, pekerjaan apakah itu semua, pekerjaan rumah tangga kan?
Siapakah yang memiliki rumah tangga tersebut, si mba atau saya?

Nunda, Nggak, Nunda, Nggak

Salah satu hal yang perlu kita pikirkan dan satu keputusan (sepakati) dalam persiapan pernikahan adalah, tentang rencana memiliki anak, mau langsung atau menunda.

F.D
Ini sih bagian lumayan galau buat saya, mungkin pasangan lain sudah menemukan kesepakatan ini sebelum menikah, tapi tidak dengan kami. Banyak pertimbangan, ditambah setiap orang yang memberikan pendapat tentang pilihan mereka, memiliki alasan kuat kenapa memilih langsung atau nunda.
  • Menunda karena nikmati lah masa berduan dulu, penyesuaian karakter karena klo udah punya anak itu beda banget, susah berduaan...bla bla bla.   Masuk akal, apalagi kita berdua bangu hubungannya gak lama dan menjaga kekudusan.
  • Jangan ditunda, nanti pas mau punya anak malah susah loh. Ya memang beberapa saya lihat memang begitu, tapi sepertinya itu bukan kebenarannya. Bisa juga karena 'jaga' nya gak alami, tapi pake cara yang bikin rahim kering (seperti obat KB). Tapi, Tuhan mau kasih masa ditolak. Bukan nolak juga, tapi harus bijak kan? hehehe
Hal ini benar-benar bikin saya galau, karena buat saya dua2nya ada benarnya. Tapi jujur saya lebih cenderung nunda, karena banyak hal yang menurut saya belum settle, salah satunya belum tau adjusment kita dari berbagai sisi gimana.

Satu-satunya acara adalah bertanya ke Tuhan, kehendak Tuhan buat hidup saya apa ... sayangnya Tuhan gak langsung jawab.

New Life

FD
Hari dimana gembala berkata, ".. kalian sudah resmi menjadi suami istri"
Rasanya gak percaya kalau saya sudah menjadi istri orang, menikah... Perasaan baru kemarin doain pasangan hidup..hahaha

Menikah benar-benar hari baru buat kita berdua.

Wedding Day


IY
Pernikahan merupakan salah satu alat yang dipakai Tuhan untuk aku bisa keluar dari putaran rutinitas, yang orang biasa sebut zona nyaman. Rasa enggan dan takut untuk melakukan sesuatu yang baru, merupakan suatu momok yang selama ini menjadi penghalang ku untuk melakukan sesuatu dalam hidupku. Dengan  pernikahan kami yang dalam waktu singkat diputuskan kurang dari 1 tahun ini, aku merasa sepertinya Tuhan sedang mendorongku masuk kedalam kolam prosesNya. Jujur, baru kali ini aku menyusun acara sebesar ini, dengan mengundang banyak saudara dan teman  untuk  hadir. Pastinya sih rasa campur aduk, apalagi menjelang hari pernikahan, sampai sempat membuat tidak bisa tidur.

Namun pada waktu sehari sebelum hari pernikahan, secara pribadi aku merasa tenang, aku bisa tidur nyenyak dan bangun  tidur dipagi hari dengan nyaman.

He is in my prayer

oleh F.D

Ada yang tau atau sudah pernah membaca, tulisan saya tentang berdoa untuk pasangan hidup? Saya benar-benar melakukannya sebelum saya bertemu suami saya ,dan lewat post kali ini mau share sedikit tentang apa yang saya lakukan ini,

Sebenarnya mendoakan pasangan hidup terinpirasi dari tulisan di blog Marcella yang mendoakan pasangan hidupnya (PH), salah satunya dengan menulis surat-surat untuk calon PHnya kelak. Saya melakukannya juga sambil menulis surat, bedanya surat saya tidak ditulis berceceran diselembar kertas, tapi di dalam buku. Supaya lebih rapi aja, saya tau tipe saya rada teledor dan tidak suka yang banyak makan tempat...hehehe

Saya banyak dibentuk lewat melakukan hal ini dan makin mengalami Tuhan yang WOW abies!
Saya jadi mengerti bahwa saya bebas mengungkapkan apa yang menjadi standard saya soal PH, dan Tuhan juga memberitahu apa yang menjadi kebenaranNya.
Saya semakin mengerti bagaimana menjaga hidup saya, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan PH, tapi menjaga hidup saya untuk kekasih sejati saya, Tuhan Yesus.

Apa saja yang yang saya tulis,
Yang pasti tentang apa yang ada dihati saya, lewat harapan, doa, permintaan maaf, encourage.

Beberapa cuplikan isi suratnya :