Pages

Hello

Hello,

Blog ini awalnya kami buat hanya untuk membagikan booklet yang kami buat dihari pernikahan kami pada November 2015 lalu.
Setelah dipikir-pikir, sayang juga klo blog ini isinya cuma booklet ... jadi kami putuskan untuk aktif menulis diblog ini. Kami akan coba  berbagi cerita perjalanan hidup kami (bersama dengan Tuhan tentunya). Itung-itung melanjutkan cerita booklet kami, heheheh :P

Saya yang sebelumnya sudah aktif menulis di blog pribadi , akan melanjutkan/lebih fokus menulis di blog ini dan suami saya Ivan akan saya ajak untuk berbagi juga. Supaya yang lain bisa tau perspektif dari sisi pria juga.

God is our Shepherd, kami pilih sebagai judul blog kami, karena merupakan visi yang Tuhan percayakan untuk pernikahan kami. Lebih lengkapnya bisa baca booklet kita saja ya. Tapi tenang, nanti akan ada post2 lainnya yang akan menjelasakan pernyataan kita ini. hehhe  - Felis

Dari ide awal yang merangkai jurnal untuk perjalanan pernikahan kami, kami berdua memutuskan untuk membagikannya lewat blog ini.

Saya pribadi memutuskan untuk ikut aktif menulis (walau tidak sepanjang dan sebanyak felis), karena didalam pikiran saya terdapat ratusan ide setiap waktunya. Kadang ide tersebut memerlukan wadah untuk dituangkan sebelum hilang dari pikiran saya. Setelah saya mencoba untuk menuangkan ide melalui tulisan, saya merasa dengan saya menulis saya tidak hanya menuangkan ide yang ada didalam pikiran saya, jauh dari itu saya belajar untuk merumuskan sesuatu yang abstrak kedalam bentuk tulisan yang lebih real. Dengan adanya media blog ini dapat menjadi wadah buat saya untuk merumuskan ide dalam pikiran saya.

Tulisan di blog ini merupakan cerita dari proses pembelajaran yang terus menerus kami alami. Biar setiap hal apa yang kami bagikan tidak hanya memberkati saya, lebih dari itu bisa memberkati dan menjadi inspirasi setiap orang yang membaca. - Ivan

Indah pada waktunya

Saat kita sesi foto pre wed, salah satu tim merusakkan hp saya yang dititipin ditasnya. Rusak karena terkena tumpahan air dari botol minum yang tumpah di dalam tasnya. Ini memang bukan pertama kali-nya hp saya terendam air dengan cara begini. Tapi berasanya, kali ini lebih parah, karena saya baru sadar hp saya kena air setelah berjam-jam. Klo yang pertama ga sampe sejam saya sudah sadar klo hp kerendem air dan berhasil diselamatkan dengan cara direndem beras beberapa hari. Jadi,dengan semangat 45 dan penuh harapan gue rendam hp gue dengan beras supaya bisa diselamatkan! hahaha

Duh panas dingin menantikan kepastian hp bakal bisa diselamatkan pa ga.. Apalagi sebelum2ny banyak denger temen2 yang mengalami hal sama, dan berakhir di service center dengan harga servis yang fantastis, bisa seharga beli hp baru..  Bener2 jadi galau mikirin, berhasil gak ya kali ini? Karena sayang aja klo kudu servis atau beli hp lagi, apalagi ditengah2 lagi butuh modal kawin,wkwkwkwk.. Klo sampe harus beli hp, Mau beli yang kaya gimana ya... berandai-andai, saya akan bakal lebih sayang sama tuh hp klo beneran selamat.. lebai ya, tapi itulah kenyataan yang gue alami...hahaha

Akhirnya karena kegalau-an ini, baru sektr 26jam direndem beras gue coba nyalain & nyalaa!!
Horeeee gue seneng banget! Ahh, aman saya gak perlu ngeluarin duit, yeah!! I love you my HP! hahah
Tapi kesenangan saya ternyata cuma sesaat, tiba-tiba layarnya ndut2an dan semakin redup dup dan layarnya hitam!
DUhhhh...Langsung panik, aduhh duhhhhhh duh duh kenapa ini ... dan mati... YAhhhhhh, pupus sudah...
Saya coba masukin beras lagi dengan berharap, tapi tetep gak berhasil & harus menyerah pada service center.

Saya bukan sekedar lagi cerita dramatsi kehilangan HP atau lagi mau kasih tips pertolongan atau solusi HP kerendem air ya ...hehehe.. Bukan.. Saya mau bagiin pembelajaran dan pengertian yang menarik saat merenungkan Tuhan mau ajar apa lewat kejadian ini.

Saya belajar mengenali KEKHAWATIRAN & KETIDAK SABARAN yang ada dalam diri gue. Dan tiba-tiba jadi ke inget ttg pelajaran indah pada waktunya.(Pengk 3:11)

  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Menurut saya, waktu-nya ini waktu 'nya' siapa ya? Waktu Tuhan atau waktu apa, karena -nya- kecil. Apa yang menerjemahkan Alkitab salah ya.