oleh FD
Kisah tentang perumpaan anak yang hilang dalam injil Lukas 15 :11 -32, tentu sangat tidak asing bukan? Sejak masa sekolah minggu, pelajaram sekolah sudah berulang kali dibahas di mata pelajaran agama, di khotbah2 gereja atau persekutuan. Kisah si anak bungsu yang terhilang dan diterima untuk kembali oleh Bapa. Gambaran mengenai Bapa yang siap menerima pertobatan kita dengan sukacita, sekalipun kita udah nyakitin Tuhan karena dulu bandel, kabur atau lari dari track Tuhan.
Kisah tentang perumpaan anak yang hilang dalam injil Lukas 15 :11 -32, tentu sangat tidak asing bukan? Sejak masa sekolah minggu, pelajaram sekolah sudah berulang kali dibahas di mata pelajaran agama, di khotbah2 gereja atau persekutuan. Kisah si anak bungsu yang terhilang dan diterima untuk kembali oleh Bapa. Gambaran mengenai Bapa yang siap menerima pertobatan kita dengan sukacita, sekalipun kita udah nyakitin Tuhan karena dulu bandel, kabur atau lari dari track Tuhan.
Ehmm, tapi apa perumpaan ini cuma mengisahkan tentang penerimaan anak yang hilang?
Mungkin tidak sedikit dari kalian yang sudah tau kebenaran ini lebih dalam, tapi saya mau tulis ini, karena lagi nge-rema banget buat saya.
Mungkin tidak sedikit dari kalian yang sudah tau kebenaran ini lebih dalam, tapi saya mau tulis ini, karena lagi nge-rema banget buat saya.
Yang namanya perumpaan dari Yesus, pasti gak sembarangan, gak cetek pengertiannya..keliatan simple tapi dalam dan hanya2 orang yang mau ngerti dan kasih karunia untuk bisa ngerti. (Mat 13: 13-16)
Yang saya dapatkan saat gali lebih tentang perumpaan ini, menggambarkan dua macam anak Tuhan yang dua-duanya gak sempurna. Dua2nya tidak lebih baik, yang bungsu kita bisa melihat dimana tidak lebih baik dari si sulung, begitu juga sebaliknya.