oleh F.D
Ada yang tau atau sudah pernah membaca, tulisan saya tentang berdoa untuk pasangan hidup? Saya benar-benar melakukannya sebelum saya bertemu suami saya ,dan lewat post kali ini mau share sedikit tentang apa yang saya lakukan ini,
Sebenarnya mendoakan pasangan hidup terinpirasi dari tulisan di blog Marcella yang mendoakan pasangan hidupnya (PH), salah satunya dengan menulis surat-surat untuk calon PHnya kelak. Saya melakukannya juga sambil menulis surat, bedanya surat saya tidak ditulis berceceran diselembar kertas, tapi di dalam buku. Supaya lebih rapi aja, saya tau tipe saya rada teledor dan tidak suka yang banyak makan tempat...hehehe
Saya banyak dibentuk lewat melakukan hal ini dan makin mengalami Tuhan yang WOW abies!
Saya jadi mengerti bahwa saya bebas mengungkapkan apa yang menjadi standard saya soal PH, dan Tuhan juga memberitahu apa yang menjadi kebenaranNya.
Saya semakin mengerti bagaimana menjaga hidup saya, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan PH, tapi menjaga hidup saya untuk kekasih sejati saya, Tuhan Yesus.
Apa saja yang yang saya tulis,
Yang pasti tentang apa yang ada dihati saya, lewat harapan, doa, permintaan maaf, encourage.
Beberapa cuplikan isi suratnya :
April 30th 2012, Monday
Dear my future husband,...
Lagi baca "4 women only" & "Preparing to be help meet", jadi semakin merasa, masih banyak yang harus aku pelajari untuk menjadi penolong yang sepadan untuk mu.
Aku mau terus belajar (pray for me untuk aku bisa lewat proses yang Tuhan kasih dengan lancar, bukan dengan hati ku yang keras, sehingga aku tidak menunda, memperlambat waktu Tuhan untuk mempertemukan kita.
Aku mau berdoa untuk mu, supaya kamu semakin kuat, berakar dalam Kristus, semakin beriman, bertambah pengenalan akan Kristus, gambar Kristus dalam dirimu semakin nyata, dan hidup mu semakin banyak menginspirasi & memberkati orang lain. Tuhan semakin mempercayakan banyak hal kepadamu untuk melakukan pekerjaan2Na. Dirimu semakin melekat pada hati Tuhan, engkau semakin tau isi hatiNya.
Daddy, aku berdoa untuk apa yang dilakukan, pelayanan injil, pekerjaan hari2, pelayanan gereja lain dan apapun yang dia lakukan, Engkau menutup bungkus dia dari kuasa di jakat, tidak menyimpang. Biar hanya nama Engkau yang dipermuliakan.
Love,
May 8th 2012, Tuesday
Hello my future Hero,
Aku pernah tanya ke Tuhan, "masih adakah pria yang benar-benar takut akan Engkau yang masih single buat ku?". Apalagi klo melihat keadaan dunia sekarang dan lingkungan sehari-hari ku, rasanya tidak ada cowo-cowo yang bener-bener melekat hatinya sama Tuhan.
Tuhan jawab, "Ada". Makanya klo aku sudah ketemu, berasa banget yang kamu hadiah dari Tuhan, kasih karunia bener dah dari Tuhan. Di zaman seperti ini yang bisa dibilang semakin terputuk, jika masih ada seorang ksatria yang tetap berdiri diatas kebenaran, berjuang bersama Kristus, melawan dunia serta keinginannya untuk hidup dalam kekudusan, pria itu salah satunya adalah kamu! Yang memang pria yang melekat sama Tuhan, pria sejati, pilihan Allah yang memang ada dan layak untuk dinantikan.
I just wanna say thank you, karena kamu sudah menjaga hidupmu dalam kekudusan Allah, hidup dalam standard Allah. Itu gak sia-sia dan kita akan menaburnya sama ke depan nanti.
Love,
Suami saya benar-benar orang yang menjaga kekudusan, salah satu buktinya kita bisa menjaga first kiss kita di depan altar... dia bisa tidak mencium atau memanfaatkan saya sekecil apapun untuk memuaskan keinginannya.
Buat yang sudah baca booklet kami, tentang menikah 4tahun lagi juga aku sampaikan di surat ini
Saat saya sedang mengalami pergumulan sesuatu, saya mendoakan juga dia yang mungkin mengalami hal yang sama. Salah satu yang unik, setelah saling kenal, ternyata kita pernah mengalami pergumulan yang sama pada tahun yang bersamaan, yaitu pernah mencoba menurunkan standard soal pasangan hidup. Bisa pas gitu yak...
Saya percaya akan kuasa doa, karena lewat doalah saya juga punya hikmat untuk mengetahui apa yang seharusnya saya lakukan (berusaha/melakukan bagianku)
Gak perlu bagus, pake rules susunan, yang penting pake hati. Karena ini bukan untuk dipertontonkan dan dinilai, tapi menjadi kenangan perjalanan iman bersama Tuhan. Dan saya memberikan buku surat ini untuk hadiah pernikahan kami, 1 buku penuh dan berkomitmen trus melanjutkan menulis doa untuk suami saya.
Ada yang tau atau sudah pernah membaca, tulisan saya tentang berdoa untuk pasangan hidup? Saya benar-benar melakukannya sebelum saya bertemu suami saya ,dan lewat post kali ini mau share sedikit tentang apa yang saya lakukan ini,
Sebenarnya mendoakan pasangan hidup terinpirasi dari tulisan di blog Marcella yang mendoakan pasangan hidupnya (PH), salah satunya dengan menulis surat-surat untuk calon PHnya kelak. Saya melakukannya juga sambil menulis surat, bedanya surat saya tidak ditulis berceceran diselembar kertas, tapi di dalam buku. Supaya lebih rapi aja, saya tau tipe saya rada teledor dan tidak suka yang banyak makan tempat...hehehe
Saya banyak dibentuk lewat melakukan hal ini dan makin mengalami Tuhan yang WOW abies!
Saya jadi mengerti bahwa saya bebas mengungkapkan apa yang menjadi standard saya soal PH, dan Tuhan juga memberitahu apa yang menjadi kebenaranNya.
Saya semakin mengerti bagaimana menjaga hidup saya, bukan hanya sekedar untuk mendapatkan PH, tapi menjaga hidup saya untuk kekasih sejati saya, Tuhan Yesus.
Apa saja yang yang saya tulis,
Yang pasti tentang apa yang ada dihati saya, lewat harapan, doa, permintaan maaf, encourage.
Beberapa cuplikan isi suratnya :
April 30th 2012, Monday
Dear my future husband,...
Lagi baca "4 women only" & "Preparing to be help meet", jadi semakin merasa, masih banyak yang harus aku pelajari untuk menjadi penolong yang sepadan untuk mu.
Aku mau terus belajar (pray for me untuk aku bisa lewat proses yang Tuhan kasih dengan lancar, bukan dengan hati ku yang keras, sehingga aku tidak menunda, memperlambat waktu Tuhan untuk mempertemukan kita.
Aku mau berdoa untuk mu, supaya kamu semakin kuat, berakar dalam Kristus, semakin beriman, bertambah pengenalan akan Kristus, gambar Kristus dalam dirimu semakin nyata, dan hidup mu semakin banyak menginspirasi & memberkati orang lain. Tuhan semakin mempercayakan banyak hal kepadamu untuk melakukan pekerjaan2Na. Dirimu semakin melekat pada hati Tuhan, engkau semakin tau isi hatiNya.
Daddy, aku berdoa untuk apa yang dilakukan, pelayanan injil, pekerjaan hari2, pelayanan gereja lain dan apapun yang dia lakukan, Engkau menutup bungkus dia dari kuasa di jakat, tidak menyimpang. Biar hanya nama Engkau yang dipermuliakan.
Love,
May 8th 2012, Tuesday
Hello my future Hero,
Aku pernah tanya ke Tuhan, "masih adakah pria yang benar-benar takut akan Engkau yang masih single buat ku?". Apalagi klo melihat keadaan dunia sekarang dan lingkungan sehari-hari ku, rasanya tidak ada cowo-cowo yang bener-bener melekat hatinya sama Tuhan.
Tuhan jawab, "Ada". Makanya klo aku sudah ketemu, berasa banget yang kamu hadiah dari Tuhan, kasih karunia bener dah dari Tuhan. Di zaman seperti ini yang bisa dibilang semakin terputuk, jika masih ada seorang ksatria yang tetap berdiri diatas kebenaran, berjuang bersama Kristus, melawan dunia serta keinginannya untuk hidup dalam kekudusan, pria itu salah satunya adalah kamu! Yang memang pria yang melekat sama Tuhan, pria sejati, pilihan Allah yang memang ada dan layak untuk dinantikan.
I just wanna say thank you, karena kamu sudah menjaga hidupmu dalam kekudusan Allah, hidup dalam standard Allah. Itu gak sia-sia dan kita akan menaburnya sama ke depan nanti.
Love,
Suami saya benar-benar orang yang menjaga kekudusan, salah satu buktinya kita bisa menjaga first kiss kita di depan altar... dia bisa tidak mencium atau memanfaatkan saya sekecil apapun untuk memuaskan keinginannya.
Buat yang sudah baca booklet kami, tentang menikah 4tahun lagi juga aku sampaikan di surat ini
Saat saya sedang mengalami pergumulan sesuatu, saya mendoakan juga dia yang mungkin mengalami hal yang sama. Salah satu yang unik, setelah saling kenal, ternyata kita pernah mengalami pergumulan yang sama pada tahun yang bersamaan, yaitu pernah mencoba menurunkan standard soal pasangan hidup. Bisa pas gitu yak...
Saya percaya akan kuasa doa, karena lewat doalah saya juga punya hikmat untuk mengetahui apa yang seharusnya saya lakukan (berusaha/melakukan bagianku)
Gak perlu bagus, pake rules susunan, yang penting pake hati. Karena ini bukan untuk dipertontonkan dan dinilai, tapi menjadi kenangan perjalanan iman bersama Tuhan. Dan saya memberikan buku surat ini untuk hadiah pernikahan kami, 1 buku penuh dan berkomitmen trus melanjutkan menulis doa untuk suami saya.
