IY
Pernikahan merupakan salah satu alat yang dipakai Tuhan untuk aku bisa keluar dari putaran rutinitas, yang orang biasa sebut zona nyaman. Rasa enggan dan takut untuk melakukan sesuatu yang baru, merupakan suatu momok yang selama ini menjadi penghalang ku untuk melakukan sesuatu dalam hidupku. Dengan pernikahan kami yang dalam waktu singkat diputuskan kurang dari 1 tahun ini, aku merasa sepertinya Tuhan sedang mendorongku masuk kedalam kolam prosesNya. Jujur, baru kali ini aku menyusun acara sebesar ini, dengan mengundang banyak saudara dan teman untuk hadir. Pastinya sih rasa campur aduk, apalagi menjelang hari pernikahan, sampai sempat membuat tidak bisa tidur.
Namun pada waktu sehari sebelum hari pernikahan, secara pribadi aku merasa tenang, aku bisa tidur nyenyak dan bangun tidur dipagi hari dengan nyaman.
Kasih karunia Tuhan dan kemurahanNya seakan memudahkan segala sesuatu, saat berkoordinasi dengan panitia, vendor-vendor yang dengan baik hati memberikan pelayanan yang memuaskan diluar ekspektasi yang ada dipikiranku, mereka dengan mudahnya mengupgrade jasanya. Aku yakin itu semua karena kebaikan Tuhan yang diberikan pada hari H pernikahan kami, karena aku yakin Tuhan adalah gembala atas pernikahan kami. Resiko yang sudah kami persiapakan untuk kami hadapi saat hari H, diubah menjadi menyenangkan karena didepan kami ada Tuhan yang siap dengan tongkat dan gadanya.
FD
Pertanyaan yang diajukan hampir semua orang kepada saya menjelang hari, "Udah deg2an belum?"
Belum, pusing malah iya menjelang hari H. Saya jadi bingung sendiri kenapa gak deg2an sampai hari H..Sungguh deh... Sempet berpikir, "Apa sayang yang udah gak semangat ya? Tapi gak ahh..."
Mungkin orang berpikir/menamakan tidak adanya deg2an saya ini karena santai, gak semangat atau gak antusias. Tapi yang saya bisa mengerti, ini namanya damai sejahtera. Rasanya mau deg2an, tapi gak da yang bisa deg2in.. hehehe.. Seakan-akan Tuhan pegang hati saya ... uhuiii
Pada hari H, saya merasa aneh sendiri karena tidak merasa cape sama sekali, jadinya bisa senyum all day kepada siapapun tanpa 'beban'... Ternyata jauh lebih cape klo saya jadi bridesmaid..wkwkwk.. . Kaki saya juga tidak pegel sama sekali, malah bisa berlari-lari kesana kemari, hahaha.. Cape nya baru berasa besoknya.
Dan di hari H itu, banyak hal2 yang berubah tapi bersyukur bukan hal yang merugikan, malah ternyata banyak berkat2 yang Tuhan kasih, seperti yang IY ceritakan tentang upgrade dari vendor. Beberapa diantaranya :
Mobil yang semula kami tidak deal Alphard, alias dibawah Alphard, tapi tiba-tiba yang datang Alphard tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Dekor yang contoh foto dealnya dekor tidak sampai ke plafon, tapi hasilnya full sampai ke plafon.
Retouch yang jika dilakukan diluar bridal seharusnya dikenakan charge kira2 5jt, bisa tiba-tiba mati lampu dan retouch di tempat resepsi.
Pernikahan kami bukan pernikahan sempurna, ada juga hal yang diluar ekspetasi, tapi damai sejahtera Tuhan lebih menguasai hati kami. Dan rasanya tuh masih gak percaya, saya ada dihari pernikahan saya sendiri.