Pages

My Second Trisemester

Kata kebanyakan orang, tri-semester kedua itu masa-masa yang enak, termasuk mual yang biasa terjadi di awal trisemester pertama akan sirna. Tapi nyatanya hal itu tidak terjadi pada saya, mual masih saja terjadi, namun tidak sesering dan tidak membuat saya terkapar seperti tri-semester awal. Masih perlu makan 2 jam sekali, makan berat pula.. Gak heran deh kalau badan saya meningkat jauh berat badannya.. hehehehe

Sampai sekitar minggu ke-19 saya masih suka morning sickness dan pusing, tapi setelah kita berdua liburan (babymoon)... Entah gimana cerita mual-mual itu langsung sirna.. Benar-benar saya tidak harus makan 2 jam sekali, pusing gak, mual juga gak.. Padahal pas pergi aja masih agak rewel.. I think, karena hati pikiran saya refresh, jadi badan ngikutin.. Hati yang gembira memang menentukan ya..

Tapi ternyata perjuangan saya belum selesai untuk kehamilan, setelah mual pusing sirna, timbul 'masalah' baru..

Balance Life

F.D


Bagaimana menyeimbangkan kehidupan antara kehidupan rohani dan non-rohani, adalah hal yang sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang.

Pernah kah mengalami seperti kasus ini, "...bukannya gak mau pelayanan, tapi saya juga butuh waktu dengan keluarga. Atau saya butuh istirahat. Atau saya juga harus mencari uang... bla bla bla.."
Tapi tuduhan kalau kita tidak melakukan pelayanan atau aktif ke gereja, seperti tidak mendahulukan Tuhan. Apalagi buat yang sudah berkeluarga, bukan hal mudah memanage bukan cuma materi, tapi juga waktu. 

Bagaimana cara kita mengatur waktu untuk segi kehidupan kita?
Siapa yang menjadi prioritas dalam hidup kita? Tuhan. 
Berarti Tuhan no.1, suami no.2, anak no.3, pekerjaan no.4.. Apakah seperti itu?

Bagaimana kalau keluarga membutuhkan kita (anak sakit), tapi ada pelayanan yang harus kita lakukan. Siapakah yang kita dahulukan, pelayanan karena itu berhubungan dengan Tuhan? Sementara mengurus anak sakit kita tunda dulu?

Bagaimana jika kita (sesekali) harus ada jadwal masuk hari minggu karena hal penting, sedangkan hari minggu sudah ada jadwal tetap pelayanan. Manakah yang kita dahulukan, tanggung jawab kerja atau pelayanan?

First Trisemester

FD
Awal mengetahui klo saya hamil, saya jalani dengan amat sangat baik, bisa makan seperti biasa.
Rasanya gak sabar menantikan 2 minggu lagi untuk balik ke dokter, melihat si janin lewat monitor..
Pas kontrol 2 minggu kemudian, si baby udah ada denyut jantungnya, it means sudah 6minggu.. Berarti kemarin dokter salah perkiraan.. pas ke dokter pertama ternyata sudah 4minggu

Nah mulai minggu ini perjuangan saya dimulai. Welcome morning sickness.. Saya pikir saya akan hamil 'kebo', karena hampir semua keluarga besar saya hamilnya enak apalagi mama ku. Hamil 4 anak gak da yang rewel...
Ternyata saya memang berbeda dengan mama saya.. Mual, gak cuma dipagi hari.. tapi sepanjang hari bisa mual dan muntah, ga bisa masuk makanan dan cuma bisa tidur karena pusing berat. Sampai saya tidak bisa beraktivitas normal, sempat harus ijin tidak bisa kerja selama seminggu penuh, pekerjaan rumah terbengkalai, gak bisa pergi kemana-mana (termasuk gak ibadah), cuma tiduran. Sisanya pengen tidur terus seharian.. Kemana-mana gak bisa jauh dari minyak kayu putih dan gak bisa telat makan.

I'm pregnant!

FD

Awal taun 2016 gue udah mulai merasakan beberapa kali eneg, tapi gak sering, dan bukan pagi2 jadi saya pikir palingan karena telat makan atau apa .... dan belum telat datang bulan juga...

Tapi dua minggu berlalu, kok eneg-nya mulai sering ya, bagian tubuh saya juga seperti ciri-ciri mau datang bulanan, tapi tidak seperti biasanya.. Indra penciuman yang sensitif membuat kecurigaan kalau saya hamil semakin bertambah...jadinya saya langsung memutuskan untuk sesegera mungkin melakukan testpack.

Pekerjaan Rumah Tangga

by F.D

Nyapu
Ngepel
Cuci Baju
Gosok
Masak
Cuci Piring
Bersih-bersih
dll...

Inilah sederat tanggung jawab pekerjaan yang harus saya lakukan sejak menikah.
Dan memang gak boong deh, pekerjaan ini kelihatannya 'remeh', tapi gak akan selesai mau dikerjain setiap hari. Ini aja belum ditambah mengurus anak, gak heran banyak dari kita, khususnya di Indonesia membutuhkan tenaga bantuan untuk meringankan pekerjaan kita, yaitu asisten rumah tangga.

Tapi entah kenapa, sekarang ini disekitar saya banyak yang 'malu' untuk melakukan hal itu semua, menganggap pekerjaan seperti itu adalah pekerjaan 'rendahan' atau pekerjaan yang harusnya hanya dikerjakan para asisten rumah tangga saja, bukan kelas mereka untuk mengerjakannya. Malah ada yang anti untuk melakukan itu semua.

Tapi sebenarnya itu pekerjaan siapa ya? Apakah benar itu hanya pekerjaan para asisten / pembantu rumah tangga?

Pertanyaan berikutnya, pekerjaan apakah itu semua, pekerjaan rumah tangga kan?
Siapakah yang memiliki rumah tangga tersebut, si mba atau saya?

Nunda, Nggak, Nunda, Nggak

Salah satu hal yang perlu kita pikirkan dan satu keputusan (sepakati) dalam persiapan pernikahan adalah, tentang rencana memiliki anak, mau langsung atau menunda.

F.D
Ini sih bagian lumayan galau buat saya, mungkin pasangan lain sudah menemukan kesepakatan ini sebelum menikah, tapi tidak dengan kami. Banyak pertimbangan, ditambah setiap orang yang memberikan pendapat tentang pilihan mereka, memiliki alasan kuat kenapa memilih langsung atau nunda.
  • Menunda karena nikmati lah masa berduan dulu, penyesuaian karakter karena klo udah punya anak itu beda banget, susah berduaan...bla bla bla.   Masuk akal, apalagi kita berdua bangu hubungannya gak lama dan menjaga kekudusan.
  • Jangan ditunda, nanti pas mau punya anak malah susah loh. Ya memang beberapa saya lihat memang begitu, tapi sepertinya itu bukan kebenarannya. Bisa juga karena 'jaga' nya gak alami, tapi pake cara yang bikin rahim kering (seperti obat KB). Tapi, Tuhan mau kasih masa ditolak. Bukan nolak juga, tapi harus bijak kan? hehehe
Hal ini benar-benar bikin saya galau, karena buat saya dua2nya ada benarnya. Tapi jujur saya lebih cenderung nunda, karena banyak hal yang menurut saya belum settle, salah satunya belum tau adjusment kita dari berbagai sisi gimana.

Satu-satunya acara adalah bertanya ke Tuhan, kehendak Tuhan buat hidup saya apa ... sayangnya Tuhan gak langsung jawab.

New Life

FD
Hari dimana gembala berkata, ".. kalian sudah resmi menjadi suami istri"
Rasanya gak percaya kalau saya sudah menjadi istri orang, menikah... Perasaan baru kemarin doain pasangan hidup..hahaha

Menikah benar-benar hari baru buat kita berdua.