F.D
Atau ketika banyak orang mengutamakan pelayanan di gereja, belum tentu Tuhan mau saya untuk melakukan itu. Karena melayani Tuhan tidak terbatas di gereja. Kita menyenangkan hatiNya ketika kita melakukan kehendakNya. (Matius 7:21)
Bagaimana menyeimbangkan kehidupan antara kehidupan rohani dan non-rohani, adalah hal yang sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang.
Pernah kah mengalami seperti kasus ini, "...bukannya gak mau pelayanan, tapi saya juga butuh waktu dengan keluarga. Atau saya butuh istirahat. Atau saya juga harus mencari uang... bla bla bla.."
Tapi tuduhan kalau kita tidak melakukan pelayanan atau aktif ke gereja, seperti tidak mendahulukan Tuhan. Apalagi buat yang sudah berkeluarga, bukan hal mudah memanage bukan cuma materi, tapi juga waktu.
Bagaimana cara kita mengatur waktu untuk segi kehidupan kita?
Siapa yang menjadi prioritas dalam hidup kita? Tuhan.
Berarti Tuhan no.1, suami no.2, anak no.3, pekerjaan no.4.. Apakah seperti itu?
Bagaimana kalau keluarga membutuhkan kita (anak sakit), tapi ada pelayanan yang harus kita lakukan. Siapakah yang kita dahulukan, pelayanan karena itu berhubungan dengan Tuhan? Sementara mengurus anak sakit kita tunda dulu?
Bagaimana jika kita (sesekali) harus ada jadwal masuk hari minggu karena hal penting, sedangkan hari minggu sudah ada jadwal tetap pelayanan. Manakah yang kita dahulukan, tanggung jawab kerja atau pelayanan?
Dan mungkin masih banyak pilihan yang sering kita jumpai atau alami sehubungan dengan keseimbangan hidup antara rohani dan non-rohani, atau antara hal lain.
Hal yang saya belajar, hidup bukan untuk memberi peringkat sebagai prioritas. Seperti kasus anak sakit, karena kita mau mendahulukan Tuhan... bukan berarti anak sakit kita biarkan.
Kita harus berhikmat dalam mengatur semua kegiatan / hal dalam hidup kita.
Intinya Tuhan tetap menjadi fokus kita dan kita butuh Tuhan untuk mengatur prioritas kita.
Klo seperti situasi2 diatas, tentu kita harus bijak untuk memilih apa yang menjadi prioritas.
Balance life is not about usaha kita, tapi kasih karunia Tuhan yang memberikan kita hikmat untuk melakukan yang baiknya/harusnya/memang Dia mau untuk kita lakukan.
Balance life juga bukan membandingkan hidup kita dengan orang lain, tapi mencari tau apakah hidup kita sudah berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan mau.
Saya pernah terjebak mengejar suatu hal, karena hal itu banyak dikejar orang pada umumnya, jadi saya pikir hal itu pantas saya kejar juga. Padahal belum tentu Tuhan mau saya mengutamakan itu.
Saya percaya setiap kita memiliki blueprint masing-masing, Tuhan sudah memiliki rencana dan pekerjaan baik untuk kita hidupi dan jalankan ( Efesus 2:10).
Ketika banyak orang mengutamakan karier, belum tentu Tuhan mau saya untuk mengejar karir. Dia bisa memberitahukan apa yang harus saya lakukan dengan pekerjaan saya, tetap bekerja di perusahaan ini sekalipun ada banyak hal gak enak, atau ditempat lain. Siapa tau Tuhan memang mau memproses saya terlebih dahulu.
Atau ketika banyak orang mengutamakan pelayanan di gereja, belum tentu Tuhan mau saya untuk melakukan itu. Karena melayani Tuhan tidak terbatas di gereja. Kita menyenangkan hatiNya ketika kita melakukan kehendakNya. (Matius 7:21)
Saya percaya, Ia akan menolong kita untuk bisa mengatur waktu, menjalani hidup dan mengatur setiap aspek yang dibutuhkan untuk hidup kita seimbang. Karena Ia Tuhan yang menciptakan semua nya, termasuk aktivitas rutinitas dan pribadi saya.
Hanya Ia yang tau yang terbaik yang bisa setiap kita lakukan.
Oleh karena itu balance life sangat berhubungan dengan bagaimana hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jangan pernah menukarkan waktu kita dengan Tuhan dengan hal lain. Tetap terus kejar dan menambah kualitas hubungan kita dengan Tuhan, karena Tuhan sendiri yang akan memberikan keseimbangan dalam hidup, dan Dialah sumber hidup.