oleh FD
Dengan penglihatan saya yang memiliki cukup tinggi , membuat saya tidak bisa melihat dengan jelas jika tidak menggunakan kacamata / softlens. Apalagi saya sudah biasa pake softlens, melihat segala nya dengan jelas tanpa halangan, klo udah lepas softlens gak pake kacamata, bener2 tidak nyaman, nyari barang susah buat ketemu. Bener2 kaya orang "bodoh" klo dilihat sama orang normal kasarnya.
Dengan penglihatan saya yang memiliki cukup tinggi , membuat saya tidak bisa melihat dengan jelas jika tidak menggunakan kacamata / softlens. Apalagi saya sudah biasa pake softlens, melihat segala nya dengan jelas tanpa halangan, klo udah lepas softlens gak pake kacamata, bener2 tidak nyaman, nyari barang susah buat ketemu. Bener2 kaya orang "bodoh" klo dilihat sama orang normal kasarnya.
Saya jadi berpikir , mata saya yang tidak normal ini, seperti kehidupan saya tanpa Tuhan dan kebenaranNya.
Tanpa kebenaran Tuhan, saya tidak dapat "melihat" kehidupan ini dengan sempurna, burem, samar2.
![]() |
| https://pixabay.com/en/bible-glasses-healing-read-blind-1101740/ |
Berdasarkan pengalaman pertobatan saya, kebenaran firman Tuhan itu sungguh2 membuat cara pandang saya berubah melihat kehidupan dan segala hal yang ada di dalamnya. Kebenaran Tuhan sungguh membebaskan / memerdekakan kehidupan saya yang ternyata dibelenggu oleh dunia/dosa.
Seperti saya yang dulu tidak mengetahui / sadar klo mata saya ternyata tidak normal.
Klo nonton TV deket banget, klo baca buku juga deket banget, klo di say hello / senyum-in sama orang dari jauh gak bakal ngeh, karena jarak pandangan mata terbatas. Dengan minus seperti sekarang, mana yang mata, idung , mulut bentuk pastinya udah ga tau bentuk pasti nya..hahaha
Sebelum tau mata tidak normal, berpikir tidak ada yang salah dengan mata saya, beranggapan jarak pandang penglihatan orang lain juga seperti saya. Tapi setelah diperiksa ternyata minus.
Begitu juga dengan saya sebelum mendengar injil kebenaran Firman Tuhan.
Merasa hidup saya tidak ada yang salah, normal2 aja.
Ga da yang perlu diperbaiki, berubah. Cenderung menuntut yang diluar kita yang harus diubah.
Saya tidak tahu bahwa "posisi" saya yang sebenarnya ada dosa yang telah membuat saya terpisah dengan Allah. Karena dosa inilah, hidup saya menjadi tidak "normal", atau tidak menjadi yang seharusnya seperti yang Tuhan rancangkan.
Setelah saya menerima kebenaran firman Tuhan, pikiran saya seperti terbuka, seperti penglihatan mata saya yang tidak normal yang diberikan solusi untuk menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan. Begitu juga dengan injil kebenaran firman Tuhan sebagai alat/solusi untuk melihat kehidupan ini .
Buat saya karena sudah tau mata ga normal, biasa pake kacamata / softlens, sekali gak pake, ga nyaman.
Seperti itu juga, saya yang sudah mengenal kebenaran, dan biasa menghidupi nya, jika tidak menggunakan kebenaran pasti ga nyaman.
Buat saya karena sudah tau mata ga normal, biasa pake kacamata / softlens, sekali gak pake, ga nyaman.
Seperti itu juga, saya yang sudah mengenal kebenaran, dan biasa menghidupi nya, jika tidak menggunakan kebenaran pasti ga nyaman.
Tanpa kebenaran Tuhan saya hanya hidup berfokus pada diri sendiri, mengikuti keinginan daging kita,
Maka dari itu kita perlu Tuhan dan kebenaran firman Tuhan sebagai "kacamata", membantu saya melihat untuk menjalani arah kehidupan, dengan jelas, terarah, bertujuan. Bukan sia2.
Kebenaran Firman mengatakan, bahwa manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Tetapi Tuhan memberi penyalamat, melalui Yesus Kristus, Rom 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
Rom 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Rom 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Banyak yang tidak mengetahui akan kebenaran ini, beranggapan bahwa hidup tidak ada jaminan bahwa kita bisa selamat. Semua serba tidak ada kepastian. Berpikir memang hidup kita di dunia ya gitu2 aja, jalanin aja, suka2 aja.
Hanya sebatas tau, bahwa kita ini berdosa, tidak layak datang ke Tuhan.
Padahal kebenaran firman Tuhan mengatakan bahwa Yesus Kristus ditentukan menjadi "pendamai" antara kita dengan Allah.
Lewat kutipan kebenaran Firman Tuhan diatas, saya jadi mengetahui bahwa walaupun saya memang berdosa, tidak layak datang kepada Tuhan, Tuhan Allah yang setia tetap memberi jalan keselamatan, untuk kita tidak binasa, lewat jalan Yesus Kristus. Dia masih memberikan kita kesempatan kepada saya.
Mendengar / mengetahui pertama kali tentang kebenaran di atas, membuat hidup saya lebih berpengharapan, jelas. Dan banyak kebenaran lain lagi dalam Alkitab yang menolong saya melihat kehidupan ini dengan jelas. Kebenaran firman Tuhan menuntun hidup saya, lewat kebenaran firman Tuhan juga saya jadi mengetahui mengapa Tuhan menciptakan saya, seperti apa saya diciptakan, apa tujuan saya diciptakan, ke arah mana saya menjalani hidup, apa yang harus saya lakukan dalam kehidupan, apa itu dosa, apa yang berkenan kepada Tuhan, dan lain2.
Semua itu Tuhan sediakan untuk menuntun hidup saya.
Dia tidak meninggalkan saya sejak kejatuhan adam dan hawa , Dia memberikan kebenaran Firman Tuhan sebagai "kacamata" bagi yang sudah tidak normal karena dosa.
Dia tidak meninggalkan saya sejak kejatuhan adam dan hawa , Dia memberikan kebenaran Firman Tuhan sebagai "kacamata" bagi yang sudah tidak normal karena dosa.
2Timotius 3:16 Semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah (BIS)
Tinggal pilihan saya,
Maukah saya menggunakan "kacamata" yang Tuhan berikan untuk membantu kita hidup di dunia ini?
Maukah saya tetap terus menggunakan "kacamata" itu ?
Terserah orang mengaggap saya aneh menggunakan "kacamata" itu, tapi sesungguhnya saya butuh "kacamata" itu, karena memang kita tidak "normal".
